Strategi Pembelajaran


Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan peserta didik. Dalam definisi tersebut terkandung makna bahwa dalam pembelajaran tersebut ada kegiatan memilih, menetapkan dan mengembangkan strategi yang otimal untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan dalam kondisi tertentu, demikian menurut Muhaimin (2003, hlm. 83). Sedangkan yang dimaksud dengan strategi pembelajaran adalah suatu pola umum perbuatan guru sebagai organisasi belajar dengan peserta didik sebagai subjek belajar di dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar. Atau karakteristik abstrak dari serentetan perbuatan guru dan murid dalam kegiatan belajar mengajar.
Dalam defisnisi strategi pembelajaran yang dikemukakan Muhaimin tersebut terkandung makna bahwa peserta didik tidak terlihat sebagai objek, tetapi lebih dilihat sebagai subjek yang sedang belajar atau mengembangkan segala potensinya. Karena itu dalam strategi pembelajaran mengandung harapan agar dapat meningkatkan kadar belajar peserta didik secara mandiri. Dan sebagai pola umum atau karakteristik abstrak, maka strategi pembelajaran itu diaktualisasikan dalam bentuk pendekatan, metode dan teknik/prosedur dalam pembelajaran (Muhaimin 2003, hlm. 83).
Strategi pembelajaran meliputi: stretegi pengorganisasian isi pembelajaran, strategi penyampaian isi pembelajaran dan strategi pengelolaan pembelajaran. Strategi pembelajaran merupakan satu dari tiga faktor penting yang terkandung dalam pembelajaran. Kedua faktor penting lain dalam pembelajaran yaitu kondisi pembelajaran, yakni faktor yang memengaruhi metode dalam meningkatkan hasil pemnelajaran, yang meliputi: tujuan (pernyataan tentang hasil belajar apa yang harus dan diharapkan tercapai) dan karakteristik bidang studi (aspek-aspek mata pelajaran yang ditekankan dan hendak diberikan kepada atau dipelajari oleh peserta didik); kendala (keterbatasan sumber-sumber, sperti waktu, media, personalia dan dana/uang); serta karakteristik peserta didik (aspek-aspek atau kualitas individu peserta didik, seperti bakat, motivasi, dan hasil belajar yang telah dimilikinya), dan hasil pembelajaran, yaitu yang berkaitan dengan efektivitas, efisiensi, dan daya tarik pembelajaran (Muhaimin 2003, hlm. 83).
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebenarnya lebih banyak menonjolkan aspek nilai, baik nilai ketuhanan maupun kemanusiaan, yang hendak ditanamkan dan/ atau ditumbuhkembangkan ke dalam diri peserta didik sehingga dapat melekat pada dirinya dan menjadi kepribadiannya. Berkaitan dengan aspek nilai ini, menurut Muhadjir (1998) seperti dikutip Muhaimin dalam bukunya Paradigma Pendidikan Islam (2001, hlm. 172-173) terdapat empat (4) strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran nilai, yaitu:
1. strategi tradisional,
2. strategi bebas,
3. strategi reflektif, dan
4. strategi transinternal.

Penjelasan masing-masing poin tersebut di atas sebagai berikut:
Pertama, pembelajaran nilai dengan menggunakan strategi tradisional, yaitu dengan jalan memberikan nasehat atau indoktrinasi. Dengan kata lain, strategi ini ditempuh dengan jalan memberitahukan secara langsung nilai-nilai mana yang baik dan yang kurang baik.
Kedua, pembelajaran nilai dengan menggunakan strategi bebas merupakan kebalikan dari strategi tradisional, dalam arti guru/ pendidik tidak memberitahukan kepada peserta didik mengenai nilai-nilai yang baik dan buruk tetapi peserta didik justru diberikan kebebasan sepenuhnya untuk memilih dan menentukan nialai mana mana yang akan diambilnya karena nilai yang baik bagi seseorang belum tentu baik pula bagi peserta didik itu sendiri (Thoha, 1988).
Ketiga, pembelajaran nilai dengan menggunakan strategi reflektif adalah dengan jalan mondar-mandir antara menggunakan pendekatan teoritik ke pendekatan empirik, atau mondar-mandir antara pendekatan deduktif dan induktif (Muhadjir, 1988).
Keempat, pembelajaran nilai dengan menggunakan strategi transinternal merupakan cara untuk membelajarkan nilai dengan jalan melakukan transformasi nilai, dilanjutkan dengan transaksi dan transinternalisasi. Dalam hal ini, guru dan peserta didik sama-sama terlibat dalam proses komunikasi aktif, yang tidak hanya melibatkan komunikasi verbal dan fisik, tetapi juga melibatkan komunikasi batin (kepribadian) antara keduanya (Muhaimin 2001, hlm. 173).

One comment on “Strategi Pembelajaran

  1. Addien Wahab mengatakan:

    Oke, bang. Trims’ …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s